16 Juli 2026 Pengabdian 5 Kali Dilihat
Membangun Komitmen Organisasi dan Tertib Administrasi untuk Menjadi Guru Hebat dan Madrasah Kuat

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen STIE Widyaswara Indonesia pada hari Sabtu, 19 Juni 2026 di lingkungan MAS Ulu Suliti berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh peserta. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, tenaga tata usaha, serta seluruh majelis guru MAS Ulu Suliti.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola kelembagaan madrasah, serta membangun sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Pada kegiatan tersebut disampaikan dua materi utama sebagai berikut.

1.    Materi Peningkatan Komitmen Organisasi untuk Guru Hebat dan Madrasah Kuat

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Syamsurizaldi, S.IP., S.E., M.M. dengan tema "Meningkatkan Komitmen Organisasi untuk Guru Hebat dan Madrasah Kuat."

Materi menitikberatkan pada pentingnya komitmen organisasi sebagai fondasi dalam menciptakan budaya kerja yang profesional, disiplin, bertanggung jawab, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Narasumber memberikan pembinaan dan motivasi kepada Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, tenaga administrasi, dan seluruh majelis guru agar mampu membangun rasa memiliki (sense of belonging), loyalitas terhadap lembaga, serta semangat bekerja secara kolaboratif.

Menurut Robbins dan Judge (2023), komitmen organisasi merupakan tingkat keterikatan individu terhadap organisasi yang ditunjukkan melalui keinginan untuk tetap menjadi bagian organisasi, menerima nilai-nilai organisasi, dan berupaya mencapai tujuan organisasi. Guru yang memiliki komitmen tinggi akan menunjukkan loyalitas, tanggung jawab, serta kinerja yang lebih baik dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kepemimpinan yang inspiratif, komunikasi organisasi yang efektif, kerja sama tim, dan peningkatan motivasi kerja sebagai faktor yang mendukung terwujudnya madrasah yang unggul dan berdaya saing. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mangkunegara (2022) yang menyatakan bahwa motivasi dan kepemimpinan merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja individu dalam organisasi.


2.    Materi Tata Kelola Manajemen Keuangan Sekolah dan Madrasah

Materi kedua disampaikan oleh Tet Linda Yani, S.E., Ak., M.Akt. dengan tema "Tata Kelola Manajemen Keuangan Sekolah dan Madrasah."

Materi menjelaskan pentingnya penerapan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien sesuai prinsip Good Governance. Narasumber memberikan pemahaman mengenai penyusunan anggaran, pengelolaan dana operasional, sistem pelaporan keuangan, pengendalian internal, serta pentingnya administrasi keuangan yang tertib sebagai indikator keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan.

Menurut Mulyasa (2022), manajemen berbasis sekolah menuntut setiap satuan pendidikan mampu mengelola sumber daya keuangan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Pengelolaan keuangan yang baik juga menjadi salah satu indikator penting dalam proses akreditasi sekolah maupun Madrasah.

Peserta diberikan contoh penerapan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan ketentuan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian akreditasi Madrasah.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh civitas akademika MAS Ulu Suliti menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan, diskusi, serta penyampaian berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan madrasah. Interaksi yang aktif menunjukkan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan peserta.


Bagikan Berita Ini: